Ini pengakuan ku untukmu.................
Hai,ingatkah kau padaku??? Ya,ini aku.sibodoh yang membuatmu terluka,dan terpaksa jatuh airmatamu. Aku sadar,tak lagi berguna permintaan maaf bahkan penyesalan terdalamku atas segalanya. Aku terima semuanya sebagai balasan kebodohanku.
Waktu itu aku benar-benar tersilaukan oleh cahaya yang tak ku ketahui siapa di baliknya. Terus ku ikuti cahayanya,hingga aku melupakanmu,cahaya yang sebenarnya amat aku sangat penting untuk ku. Aku mengabaikan cahaya tulusmu,terus jauh melangkah. Hingga saat kusadari bahwa yang ku kejar hanyalah bias sinar palsu,tak seterang sinar tulusmu yang selama ini terangiku dan ku acuhkan.
Aku yang mulai hilang arah,mencoba meraih cahaya mu kembali. Akan tetapi aku terlambat beberapa hasta seorang di sana telah menggenggam dengan eratnya. Kini yang tersisa hanya sesal mendalam,tak lagi ada harapan yang lebih indah untukku. Adakah hari esok untukmu kembali???
Aku rindu kau,wahai penerang gulita. Aku sangat menyesal dan ku rasa tiada arti. Setiap saat,kupuisikan rindu dalam hatiku. Agar tak ada yang tahu atau bahkan menertawakan penyesalanku. Hanya bisa kuingat semua tingkahmu yang dulu kerap membuatku muak,tapi seolah tak tahu malu,aku merindukannya saat ini. Saat di mana kau tak lagi bersamaku dan telah menjadi penerang haluan lain.
Saat itu aku tak pernah lupa akan mu,hanya saja aku bohongi perasaanku atas semuanya. Saat ini semua seakan menyerang balik,laksana boomerang yang kembali menyerang sang pelontar. Begitu sulit untuk melupakanmu,serasa sesulit mengingat mereka yang belum ku kenal.
Kali ini ku ucapkan selamat. Atas keberhasilanmu mengoyak hatiku hingga saat ini,walau ku tahu tak ada sedikitpun niatmu untuk itu.Kau telah buat hatiku hancur,tapi aku akan tetap mencintaimu dengan kepinganya yang tersisa.
Hanya untukmu.
Hai,ingatkah kau padaku??? Ya,ini aku.sibodoh yang membuatmu terluka,dan terpaksa jatuh airmatamu. Aku sadar,tak lagi berguna permintaan maaf bahkan penyesalan terdalamku atas segalanya. Aku terima semuanya sebagai balasan kebodohanku.
Waktu itu aku benar-benar tersilaukan oleh cahaya yang tak ku ketahui siapa di baliknya. Terus ku ikuti cahayanya,hingga aku melupakanmu,cahaya yang sebenarnya amat aku sangat penting untuk ku. Aku mengabaikan cahaya tulusmu,terus jauh melangkah. Hingga saat kusadari bahwa yang ku kejar hanyalah bias sinar palsu,tak seterang sinar tulusmu yang selama ini terangiku dan ku acuhkan.
Aku yang mulai hilang arah,mencoba meraih cahaya mu kembali. Akan tetapi aku terlambat beberapa hasta seorang di sana telah menggenggam dengan eratnya. Kini yang tersisa hanya sesal mendalam,tak lagi ada harapan yang lebih indah untukku. Adakah hari esok untukmu kembali???
Aku rindu kau,wahai penerang gulita. Aku sangat menyesal dan ku rasa tiada arti. Setiap saat,kupuisikan rindu dalam hatiku. Agar tak ada yang tahu atau bahkan menertawakan penyesalanku. Hanya bisa kuingat semua tingkahmu yang dulu kerap membuatku muak,tapi seolah tak tahu malu,aku merindukannya saat ini. Saat di mana kau tak lagi bersamaku dan telah menjadi penerang haluan lain.
Saat itu aku tak pernah lupa akan mu,hanya saja aku bohongi perasaanku atas semuanya. Saat ini semua seakan menyerang balik,laksana boomerang yang kembali menyerang sang pelontar. Begitu sulit untuk melupakanmu,serasa sesulit mengingat mereka yang belum ku kenal.
Kali ini ku ucapkan selamat. Atas keberhasilanmu mengoyak hatiku hingga saat ini,walau ku tahu tak ada sedikitpun niatmu untuk itu.Kau telah buat hatiku hancur,tapi aku akan tetap mencintaimu dengan kepinganya yang tersisa.
Hanya untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar